Kamis, 09 Oktober 2008

Birul Walidain

Dalam surah Luqman ayat 11 - 15 , terdapat nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satu nasehat itu berkaitan dengan adab anak terhadap orang tuanya. Orang tua kita dengan sabar, penuh perhatian, dan susah payah membesarkan kita. Sampai detik ini ada pertanyaan yang mengganggu diri saya, "apakah Lilik telah berbakti kepada orang tua?" Itulah pertanyaan yang selalu berkecamuk dalam kepala. Sepertinya apa yang telah Lilik perbuat tidak dapat menebus semua apa yang telah diberikan oleh bapak ibu. ma'afkan anakmu ini pak, bu, jika belum dapat membahagiakan bapak ibu. Memang kebahagiaan tidak dapat dinilai dengan uang & harta. Mudah-mudahan kasih sayang, bakti, dan kepatuhan Lilik kepada bapak ibu termasuk dalam berbuat baik pada orang tua. Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku, berikanlah selalu HidayahMU pada kedua Orang tuaku, terimalah amal-amal bapak ibu, dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil. Ucapan yang baik merupakan salah satu bentuk dari birul walidain, tetapi...... kenapa semakin banyak orang yang berkata-kata kasar malah mencaci maki kedua orangtuanya? Sikap yang menyenangkan juga bagian dari birul walidain, namun........banyak Lilik saksikan disekitar kita anak yang menghardik orang tua. memanggil dengan hormat juga bagian dari bitul walidain, tapi...... banyak di sekitar kita yang memanggil orang tua dengan namanya saja tanpa ada rasa hormat. Orang tua adalah qudwah bagi anaknya. Jika orang tua tidak dapat menghormati dan menghargai kedua orang tuanya, tentunya anak juga akan bersikap sama karena ia mempraktekan apa yang ia lihat. Ya Allah, hindarkan diriku dan keluargaku dari api neraka. Janganlah Engkau jadikan kami orang yang mungkar pada ke dua orang tua.

Kamis, 14 Agustus 2008

MARHABAN YA RAMADHAN

Tidak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan, sehingga datang dihadapan kita suatu bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan di dalamnya. Alhamdulillah, Engkau masih memberikan berbagai nikmat pada hamba-MU ini.
Untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai persiapan. Walaupun sebenarnya persiapan itu seharusnya sudah kita mulai pada bulan Rajab yang lalu. Tapi.... seandainya kemarin belum melakukan, marilah mulai kita lakukan dari saat ini. Allahumma Barikhlana fi rajabi wa sya'bani wa balighna ramadhan.
Beberapa hal yang perlu kita lakukan adalah:
1. Menegakkan sholat qiyamul lail. Diharapkan dengan qiyamul lail ini kita mendapatkan ampunan dari Allah swt.
2. Menegakkan sholat rawatib, baik qobliyah maupun ba'diyah. Mudah-mudahan dengan sholat ini dapat kita tambal kekurangan yang ada dalam sholat fardhu dan mudah-mudahan dapat dibangunkan rumah di surga.
3. Sholat Dhuha. Dengan sholat dhuha kita berharap Allah swt selalu memberikan rizki yang halal untuk keluarga kita. Coba resapi do'a untuk sholat dhuha tersebut. Begitu dalam maknanya.
4. Tilawah Al Qur'an, minimal setengah juz dalam 1 hari. Lebih baik lagi disertai dengan tadabur dan membumikan Al Qur'an.
5. Baca Sholawat pada Nabi kita. Kita sangat mengharapkan adanya safaat dengan sholawat ini.
6. Baca La Ilaha Ilallah Wahdahu La Syarikalahu Lahul Mulku Walahul Hamdu Yuhyi Wa Yumitu Wahuwa 'ala Kulli Syaiin Qodir.
7. Istighfar. Setiap saat selalu saja ada perbuatan tak terpuji yang kita lakukan, walaupun tanpa disengaja.
8. Perluas pengetahuan, terutama yang berkitan dengan ramadhan. Baik hukum-hukumnya, cara menghidupkannya, atau yang lainnya.

Insyaallah, bila hal ini kita lakukan, kita dapat menghidupkan ramadhan tahun 1429 h ini. Mudah-mudahan Allah swt mempermudah dan mengabulkan niat kita ini. amin.

4.

Senin, 09 Juni 2008

TEGARr

Hari Minggu yang lalu (8-6-2008), saya menghadiri acara suatu lamaran seseorang. Di acara itu ada suatu ibroh yang dapat saya ambil. Yakni berkaitan dengan ketegaran seseorang yang dengan besar hati untuk melepas pujaan hatinya yang dikarenakan sudah dikitbah oleh saudaranya yang lain. Sangat jarang orang yang mau menghadiri suatu acara dimana acara tersebut sebenarnya sangat menyayat hatinya. Dengan tegarnya dia datang ke acara itu dengan menunjukkan sikap senormal mungkin, seakan-akan tidak ada sayatan dalam hatinya. Mudah-mudahan engkau mendapatkan ganti yang lebih baik saudaraku karena Allah.
Nabi SAW sendiri telah melarang kita untuk mengkitbah seseorang yang telah dikitbah oleh saudara kita yang lain.
Seharusnya begitulah sikap seorang muslim. Dimana ia dapat tegar apapun cobaan yang datang padanya. Bukankah hidup ini merupakan suatu ujian?(QS. Al Mulk ayat 2). Justru dengan ujianlah kita dapat menikmati indahnya kehidupan.
Bukankah dalam setiap do'apun kita selalu minta untuk diteguhkan seperti iman, islam, maupun ma'rifat kita.
Ya Muqolibal Qulub...... wa tsabitna ya Allah bil iman, wa tsabitna ya Allah bil islam, wa tsabitna ya Allah bil ma'rifat.
Ketegaran pulalah yang dapat menghantar seseorang menuju sukses. Mari saudaraku........kita bangkit......songsong hari esuk dengan optimis. Letupkan motivasi dalam diri kita untuk menuju kehidupan yang lebih baik...... Amin

Kamis, 05 Juni 2008

MAKE UP MUSLIMAH

Anda ingin lebih cantik dan menarik?
Ikutilah tip-tip berikut :
  1. Jadikan Gandhul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan kedua mata" anda, niscaya mata anda akan semakin bening dan jernih.
  2. Oleskan "lisptik kejujuran" pada bibir anda, maka anda akan semakin manis.
  3. Gunakan "pemerah pipi" anda dengan kosmetika yang terbuat dari rasa malu dan dijual disalon iman.
  4. Pakailah "sabun istighfar" untuk membersihkan dosa dan kesalahan kita.
  5. Rawatlah rambut anda dengan "jilbab islami" yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki asing yang membahayakan.
  6. Pakailah "giwang kesopanan" pada kedua telinga anda.
  7. Hiasilah kedua telapak tangan anda dengan "gelang tawadhu" dan jari jemari anda dengan "cincin ukhuwah"
  8. Sebaik-baik kalung yang anda pakai adalah "kalung kesucian"
  9. Bedakilah wajah anda dengan "air wudhlu" niscaya anda akan bercahaya di akhirat nanti.

SYUKUR

Dasar yang berkaitan dengan syukur adalah Al Qur'an Surah Ibrahim ayat 7
Hakikat nikmat Allah:
  1. Wasaijul Hayah (Perantara hidup). Karena dengan nikmat Allah lah kita dapat bekerja, berkeluarga, beribadah, dll.
  2. Minhajul Hayah (pedoman hidup). Yakni sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia seperti : zakat, puasa, haji, dll. Sehingga bagaimana kita dapat mengemas nikmat ini sebagai syukur.
  3. Merupakan pertolongan Allah. Bahwa segala sesuatu tidak terlepas dari pertolongan Allah semata. manusia hanya berusaha, tapi kegagalan atau kesuksesan itu ada campur tangan Allah didalamnya.
Rukun syukur:
  1. Adanya I'tiraf (pengakuan). Bahwa nikmat itu berasal dari Allah. semua yang kita miliki adalah hanya titipan saja.
  2. At Tahadus. Bahwa syukur itu perlu kita ungkapkan yaitu dengan menyebut-nyebut nama Allah bukan karena riya tetapi untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah pada kita. Contoh dengan menyebut subnallah, dll.
  3. At Ta'a. Dengan banyaknya nikmat yang diberikan Allah pada kita maka akan semakin membuat kita ta'at pada Allah dan RosulNYA.
Hasil syukur adalah semakin bertambah nikmat, sehingga Allah akan menambah ilmu. semakin bertambahnya ilmu maka akan mendorong kita semakin giat beramal. Bertambahnya amal akan medorong bertambahnya rizki yang kita miliki. Dan balasannya akan semakin bersyukur kita, dan akan mendapatkan surgaNYA.

Rabu, 02 April 2008

KASIH SAYANG ALLAH

Subnallah, hanya dengan kasih sayang Engkau ya Allah, saat ini kami masih dapat bernafas. Karena kasih sayang Engkaulah kami masih dapat menjalankan rutinitas aktivitas sehari-hari. Karena rahmatMUlah kami masih dapat menjalankan ibadah kepadaMU. Ya Allah, segala puji hanya milikMU semata.
Janganlah kita sampai putus asa dari rahmat Allah. Kasih sayang Allah kepada umatNYA gak pernah habis. Malah manusia yang sangat banyak gak bersyukurnya. Diberikan susah sedikit sudah mengeluh, diberikan karunia yang banyak lupa pada hakekat untuk apa kita hidup didunia. Diberikan sakit sebentar sudah gak sabar. Diberikan sehat digunakan untuk hal yang sia-sia. Memang manusia mempunyai sifat yang tergesa-gesa.
Ya Allah, dengan rahmat dan kasih sayangMU kami berusaha optimis. Kami berusaha untuk menyebarkan kasih sayang kepada sesama. Karena dengan meningkatkan kasih sayang kita pada sesama, semakin Engkau limpahkan kasih sayangMU pada manusia. Menyayangi anak yatim, menyatuni para fakir, miskin, menyayangi orang tua sebagaimana dengan indahnya Engkau tuangkan dalam surah Al Israa ayat 24.
Namun ......kenapa rasa sayang yang telah Engkau berikan itu,,banyak disia-siakan oleh manusia. Anak yang berani pada orangtua, ibu yang tega membunuh anaknya, ketetangga saling gak bertegur sapa, ke guru gak ada hormatnya. Apakah mereka gak sadar bagaimana besarnya kasih sayang yang Engkau limpahkan pada manusia?........
Wahai saudaraku........kurangi atau hilangkan sifat angkuhmu, hilangkan rasa sombongmu, hilangkan rasa iri dengkimu, kembangkan senyummu untuk saudaramu, ulurkan tanganmu bagi saudaramu yang membutuhkan uluran tangan, hilangkan rasa egoismu, dan contohlah bagaimana tauladan dari Nabi SAW yang membimbing kita dengan lembut.
Wahai .......saudaraku.....
Mari kita laksanakan ajaran Nabi kita, kita bumikan Al Qur'an, kita pererat ukhuwah kita, kita sebarkan ajaran Nabi kita. Janganlah merasa kita gak bisa. Lakukan sekarang juga apa yang dapat kita lakukan. Jangan menunda-nunda kebaikan, jangan menyimpan-nyimpan ilmu untuk diri sendiri, mari....kita raih balasan amal yang semaksimal mungkin dari sisa umur kita. Baik di rumah, ditempat kerja, di lingkungan sekitar, dll. Sadarlah ....bahwa itu semua adalah ladang amal kita. Janganlah kita merasa itu menjadi beban yang memberatkan. Bukankah semyuman anak yang berhasil membaca huruf hijaiyah merupakan kepuasan bagi kita? Betapa sedihnya kita melihat generasi penerus yang gak bisa baca tulis. Mari kita ulurkan tangan kita, kita bantu mereka yang memerlukan bantuan kita. Insyaallah kasih sayang dari Allah juga akan melimpah pada kita. Amin.

Senin, 18 Februari 2008

Keliling Jakarta

Hari Jum'at 15-2-2008 yang lalu, Lilik dengan beberapa teman menghadiri seminar ekonomi syariah. Karena tidak ada yang memahami seluk beluk jalan kota Jakarta, jadilah kita pada nyasar. Itulah buah dari tidak kepatuhan pada suami yang telah dengan bersusah payah mencarikan patokan untuk menuju ke alamat seminar. Ya.....anggap aja refreshing dengan menikmati kesemrawutan kota Jakarta. Alhamdulillah......akhirnya sampai juga kita pada tempat yang dituju yaitu gedung pertemuan BNI Pejompongan Jakarta Pusat. Sungguh menarik materi seminar yang diadakan hari ini, karena selama ini Lilik hanya mengenal ekonomi secara umum yang notabene hanya mengejar keuntungan dunia saja. Ekonomi syariah menawarkan konsep keuntungan yang berganda, baik pengertian dunia akhirat maupun dalam tanda kutip keuntungan yang dilipatkan dari setiap amal yang dilakukan. Menurut DR. Mulya S. konsep ekonomi syariah malah telah diterapkan di Jepang dan kunci keberhasilannya wa sami'naa wa atho'na. Sayangnya waktu untuk diskusi terlalu singkat, sehingga hal-hal yang ingin diketahui belum tergali semua. Selesai seminar jam 4 sore. Pulang seminar kami bersilaturahim ke rumah ibu Pristina di perumahan BNI Simpruk Jakarta Selatan. Subhanalloh, disana Lilik menyaksikan kejadian yang sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Lilik menyaksikan bagaimana kasihnya seorang ibu pada anaknya, bagaimanapun kondisi sang anak. Tidak semua ibu dapat berbuat kasih pada anaknya. Mungkin malah ada yang malu jika anaknya gak naik kelas, anaknya buruk muka, cacat, dan lain sebagainya. Tapi yang kusaksikan ini, sungguh menggugah sanubari siapa saja yang melihatnya. Dan memang demikianlah Islam mengajarkan pada kita. Setelah menikmati hidangan plus mbekal, kita pulang ke Rawamangun. Ternyata dijalan kita diuji kesabarannya, dengan kemacetan yang berkepanjangan. Alhamdulillah........ jam 19.45 wib Lilik sampai ke istana tercinta di dunia. Namun sayang.......... anak ngaji Lilik udah pada pulang, tinggal 2 orang aja. Insyaallah ibu ganti di lain waktu ya nak....... Hari ini sungguh lilik telah mengelilingi Jakarta, dan alhamdulillah banyak kegiatan positip yang telah dilakukan dari mengajarkan ilmu di kampus, mendapatkan ilmu dari seminar, dapat pahala silaturahim, dan diuji kesabaran di jalan. Mudah-mudahan lain waktu... dapat bersilaturahim lagi ke rumah teman yang lain.

Senin, 11 Februari 2008

Hal kecil yang meresahkan

Kemarin pada tgl 31 Januari, Lilik masih ada di Blitar Jawa Timur. Dirumah orang tua yang sederhana ini ada kejadian yang membuat hati ini resah dengan perilaku seorang bocah umur 6 th. Dia dalam usia kanak-kanaknya diberikan hidayah oleh Allah swt yang tercermin pada perilakunya. Bagaimana dia sangat bersedih karena gak dapat melakukan perbuatan yang baik dikarenakan alam yang gak mendukung. Kesedihannya yang mendalam karena gagal melakukan perbuatan baik sangat kontradiktif dengan orang dewasa. Saat ini sepertinya tidak menggetarkan hati jika orang dewasa kehilangan kesempatan untuk berbuat baik, walaupun itu untuk dirinya sendiri. Sangat berbeda sekali dengan apa yang telah kusaksikan itu. Sepertinya tidak ada rasa bersalah jika menunda-nunda waktu......ntar dulu.....ntar dulu......oh masih ada waktu,......... Dia juga belum ngerjakan kok....... dan masih banyak lagi kesia-siaan yang dilakukan tanpa merasa bahwa kita berpacu dengan waktu. Seperti saat inipun, mungkin orang melihat aneh kita ngaji dikampus, melakukan sholat dhuha sebelum memulai aktivitas, membaca buku yang bukan materi mengajar........Bukan hanya itu,.... yang parah lagi...... kita malu untuk memulai melakukan kegiatan baik itu, takut diledek teman, dianggap kampungan, lebih baik main komputer walaupun hanya mainan yang juga menghabiskan waktu. Sehingga sering kudengar aaaaahhhhhh stress aku di kantor. Habis gak ngapa-ngapain sih.
Kenapa kita gak mulai melakukan kegiatan yang baik, mengsisi waktu kosong dengan hal-hal manfaat baik untuk duniawi maupun akherat, seperti tilawah, ngaji mengupas hal-hal sepele di sekitar kita, baca buku-buku yang bermanfaat, diskusi untuk mencerahkan pikiran, buat kliping yang menarik minat kita, ..... daripada hanya bengong untuk nungguin jam kerja berakhir. Marilah kita rubah perilaku kita kearah yang lebih bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Semoga kejadian ini dapat dijadikan pelajaran.

Rabu, 23 Januari 2008

me n friend

Inilah teman centilku. Kami lagi ada di ruangnya. Nama temanku ini Ibu Kus Tri Andyarini. Ini teman untuk kongko-kongko and bercandaria.

siluet

Inilah ruang kerjaku sementara. Masih berantakan karena sedang mengerjakan tugas koreksi skripsi mahasiswa.

Selasa, 22 Januari 2008

Belajar Sabar Dari Seorang Anak

Setiap hari Minggu, Selasa, dan Kamis, dirumah ada pengajian anak-anak yang saya beri nama pengajian SABILA. Karena yang mengaji semakin berkembang atau semakin banyak, maka secara otomatis waktu tunggu seorang anak untuk belajar menjadi semakin lama. Dalam pengajian itu ada 2 orang anak usia 3 tahun yang dapat kita petik pelajaran dari mereka. bagaimana ia dengan sabar menunggu giliran membaca. Subhanallah, mungkin kita, yang orang tua tidak sabar untuk menunggu sampai 1 jam, tapi mereka dengan riangnya menunggu giliranmembaca. Sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil. Kata sabar yang sepertinya gampang kita ucapkan, ternyata sangat sulit untuk direalisasikan. Ada baiknya kita belajar dari kesabaran anak-anak

Selamat Datang di BLOG Lilik File

Selamat datang di BLOG Lilik. Blog ini diciptakan untuk saling bertukar informasi tentang berbagai pengetahuan, termasuk kejadian-kejadian kecil sehari-hari yang dapat kita ambil maknanya dan proses belajarnya. Semoga membawa manfaat bagi kita semua