Senin, 18 Februari 2008

Keliling Jakarta

Hari Jum'at 15-2-2008 yang lalu, Lilik dengan beberapa teman menghadiri seminar ekonomi syariah. Karena tidak ada yang memahami seluk beluk jalan kota Jakarta, jadilah kita pada nyasar. Itulah buah dari tidak kepatuhan pada suami yang telah dengan bersusah payah mencarikan patokan untuk menuju ke alamat seminar. Ya.....anggap aja refreshing dengan menikmati kesemrawutan kota Jakarta. Alhamdulillah......akhirnya sampai juga kita pada tempat yang dituju yaitu gedung pertemuan BNI Pejompongan Jakarta Pusat. Sungguh menarik materi seminar yang diadakan hari ini, karena selama ini Lilik hanya mengenal ekonomi secara umum yang notabene hanya mengejar keuntungan dunia saja. Ekonomi syariah menawarkan konsep keuntungan yang berganda, baik pengertian dunia akhirat maupun dalam tanda kutip keuntungan yang dilipatkan dari setiap amal yang dilakukan. Menurut DR. Mulya S. konsep ekonomi syariah malah telah diterapkan di Jepang dan kunci keberhasilannya wa sami'naa wa atho'na. Sayangnya waktu untuk diskusi terlalu singkat, sehingga hal-hal yang ingin diketahui belum tergali semua. Selesai seminar jam 4 sore. Pulang seminar kami bersilaturahim ke rumah ibu Pristina di perumahan BNI Simpruk Jakarta Selatan. Subhanalloh, disana Lilik menyaksikan kejadian yang sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Lilik menyaksikan bagaimana kasihnya seorang ibu pada anaknya, bagaimanapun kondisi sang anak. Tidak semua ibu dapat berbuat kasih pada anaknya. Mungkin malah ada yang malu jika anaknya gak naik kelas, anaknya buruk muka, cacat, dan lain sebagainya. Tapi yang kusaksikan ini, sungguh menggugah sanubari siapa saja yang melihatnya. Dan memang demikianlah Islam mengajarkan pada kita. Setelah menikmati hidangan plus mbekal, kita pulang ke Rawamangun. Ternyata dijalan kita diuji kesabarannya, dengan kemacetan yang berkepanjangan. Alhamdulillah........ jam 19.45 wib Lilik sampai ke istana tercinta di dunia. Namun sayang.......... anak ngaji Lilik udah pada pulang, tinggal 2 orang aja. Insyaallah ibu ganti di lain waktu ya nak....... Hari ini sungguh lilik telah mengelilingi Jakarta, dan alhamdulillah banyak kegiatan positip yang telah dilakukan dari mengajarkan ilmu di kampus, mendapatkan ilmu dari seminar, dapat pahala silaturahim, dan diuji kesabaran di jalan. Mudah-mudahan lain waktu... dapat bersilaturahim lagi ke rumah teman yang lain.

Senin, 11 Februari 2008

Hal kecil yang meresahkan

Kemarin pada tgl 31 Januari, Lilik masih ada di Blitar Jawa Timur. Dirumah orang tua yang sederhana ini ada kejadian yang membuat hati ini resah dengan perilaku seorang bocah umur 6 th. Dia dalam usia kanak-kanaknya diberikan hidayah oleh Allah swt yang tercermin pada perilakunya. Bagaimana dia sangat bersedih karena gak dapat melakukan perbuatan yang baik dikarenakan alam yang gak mendukung. Kesedihannya yang mendalam karena gagal melakukan perbuatan baik sangat kontradiktif dengan orang dewasa. Saat ini sepertinya tidak menggetarkan hati jika orang dewasa kehilangan kesempatan untuk berbuat baik, walaupun itu untuk dirinya sendiri. Sangat berbeda sekali dengan apa yang telah kusaksikan itu. Sepertinya tidak ada rasa bersalah jika menunda-nunda waktu......ntar dulu.....ntar dulu......oh masih ada waktu,......... Dia juga belum ngerjakan kok....... dan masih banyak lagi kesia-siaan yang dilakukan tanpa merasa bahwa kita berpacu dengan waktu. Seperti saat inipun, mungkin orang melihat aneh kita ngaji dikampus, melakukan sholat dhuha sebelum memulai aktivitas, membaca buku yang bukan materi mengajar........Bukan hanya itu,.... yang parah lagi...... kita malu untuk memulai melakukan kegiatan baik itu, takut diledek teman, dianggap kampungan, lebih baik main komputer walaupun hanya mainan yang juga menghabiskan waktu. Sehingga sering kudengar aaaaahhhhhh stress aku di kantor. Habis gak ngapa-ngapain sih.
Kenapa kita gak mulai melakukan kegiatan yang baik, mengsisi waktu kosong dengan hal-hal manfaat baik untuk duniawi maupun akherat, seperti tilawah, ngaji mengupas hal-hal sepele di sekitar kita, baca buku-buku yang bermanfaat, diskusi untuk mencerahkan pikiran, buat kliping yang menarik minat kita, ..... daripada hanya bengong untuk nungguin jam kerja berakhir. Marilah kita rubah perilaku kita kearah yang lebih bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Semoga kejadian ini dapat dijadikan pelajaran.