Rabu, 10 Juni 2009

KARAKTERISTIK TAQWA

Arti Taqwa secara bahasa adalah takut pada ALLAH. Sedangkan arti secara istilah adalah menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
Karakteristik TAQWA dapat dilihat pada QS. Al Baqarah (2) : 1-5, yaitu:
  1. Beriman pada hal yang ghoib, seperti menyakini adanya siksa kubur, adanya malaikat, dll.
  2. Mendirikan shalat.
  3. Menafkahkan sebagian rizki yang diberikan oleh ALLAH pada jalan yang benar.
  4. Beriman pada Al Qur'an dan kitab-kitab sebelumnya, yaitu taurat, zabur, dan injil. Karena ke empat kitab tersebut ajarannya sama yaitu mengajak untuk menyembah ALLAH semata.
  5. Meyakini adanya kehidupan hari akhirat.
Ditambah lagi dalam ayat yang ada dalam QS. Ali Imram (3) : 134-135
6. Menafkahkan hartanya pada saat lapang dan sempit.
7. Dapat menahan amarah.
8. Mema'afkan kesalahan orang lain
9. Berbuat kebajikan dimuka bumi.
10. Ketika berbuat keji/mendholimi/menganiaya diri sendir dan kemudian sadar terus memohon ampun pada ALLAH.

Itulah beberapa karakteristik dari pada taqwa. Manakah yang paling gampang kamu lakukan? Dan manakah yang paling sulit kamu lakukan? Smoga kita termasuk orang-orang yang taqwa. Tahukah kamu apa balasan dari orang yang taqwa itu?

Kamis, 16 April 2009

10 BUNGA HIDUP BAHAGIA

Dalam menjalani hidup ini ada berbagai cobaan yang terkadang menjadikan hidup ini menjadi stagnan, terkadang malah mengarah pada kemunduran. Dibawah ini ada beberapa kiat yang menjadikan hidup ini lebih bahagia, lebih bermakna, dan menatap kehidupan ini dengan hati yang lapang.
1. Bangun disaat menjelang fajar untuk istighfar. Lihat QS. Ali Imran (3): 17.
2. Menyendiri untuk tafakur, merenungkan dan memikirkan berbagai ciptaan ALLAH yang ada di sekitar kita. Pasti ALLAH menciptakan semua ini tidak sia-sia. Lihat di QS. Ali Imran (3) : 191
3. Menjalin hubungan dengan orang sholeh. Pergaulan kita dapat mengarahkan kemana kita akan melangkah. Hati-hatilah dalam bergaul untuk mencari teman. Carilah teman yang dapat membawamu ke pahala akhirat. QS. Al Kahfi (8) : 28
4. Perbanyak berdzikir pada ALLAH. Insyaallah dengan dzikir hati akan tenang. QS. Al Ahzab (33) :41
5. Sholat dengan khusyu'. Lihat di QS. Al Mukminun (23) : 2
6. Membaca dan tadabur Al Qur'an. QS An Nisaa 94) : 82
7. Berpuasa disaat hari yang panas. Sesungguhnya ada satu pintu surga yang disediakan bagi orang yang berpuasa karena ALLAH.
8. Bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Sedekah itu ada berbagai macam caranya. Ada yang dengan harta benda, dengan perbuatan, dengan lisan, dls.
9. Meringankan beban seorang muslim. Ini merupakan bentuk empati yang perlu di galakkan pada umat muslim. Bahwa kita sesama muslim itu saudara. janganlah merasa lebih dari yang lain. Nanti takut mengarah ke arah yang salah yaitu sombong, takabur, dls.
10. Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang bersifat fana. Karena kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. QS. Al A'laa (87) : 17.

Marilah kita mencoba untuk menjalankan ke 10 kiat tersebut diatas. Manakah yang paling mudah bagimu? Dan manakah yang paling sulit bagimu untuk melakukannya?

Kamis, 12 Februari 2009

BIDADARIKU


Masih terbayang di ingatanku, ketika kakak keduaku mengatakan : "Ini anak menjadi anakmu, tak berikan kepadamu". Lilik saat itu bingung karena pada saat itu menikah aja belum. Waktu berlalu dengan cepat. Saat berusia berumur 3 tahun, kamu gak mau keluar rumah jika gak memakai kerudung seperti ibumu ini. Saat itu, ibu kau buat terperangah. 8 tahun kemudian, ibu kamu buat terkaget-kaget lagi saat kamu mendapatkan haid pertama kali. Saat itu kamu bertanya,"Bu,..... apakah seorang gadis yang sudah mendapat haid harus menggunakan jilbab?" Alhamdulillah, kamu telah mendapatkan hidayah dari Allah untuk menutup aurat. Ya anakku, kewajiban untuk menutup aurat bagi wanita berlaku ketika sudah balig. Balignya wanita jika ia sudah mendapatkan haid. Hal itu sudah menunjukkan kematangan organ wanita. Ibu berharap kamu menutup aurat yang benar, jangan asal mengikuti mode yang ada saat ini. Ulurkan jilbabmu sampai menutup dada. Sembunyikanlah lekuk-lekuk tubuhmu dari pandangan mereka yang bernafsu terhadapmu. Gunakan baju taqwa ini sampai akhir hayatmu. Nanti akan banyak manfaat yang kamu petik dengan menggunakan baju muslimah ini. Jadilah engkau bidadari di dunia dan di akhirat. Jaga akhlakmu anakku, insyaallah kamu akan selamat dunia dan akhirat. Ya Allah, limpahkan selalu hidayaMU kepada putriku ini. Bimbinglah selalu kearah yang baik. Jadikan ia sebagai penyejuk mata hatiku. Amin.

Rabu, 28 Januari 2009

FAKTOR YANG MEMBUAT JIWA & WAJAH MURAM

Dalam kehidupan ini ada beberapa hal yang menyebabkan jiwa dan wajah kita menjadi muram, gelisah, & tidak tentram. Beberapa faktor tersebut adalah:
1. Putus asa.
Rasa putus asa membuat hati menjadi sempit, seakan-akan yang kita hadapi cobaab yang sangat berat yang melebihi cobaan pada orang lain. Ptah semangat membuat pandangan menjadi negatif, sehingga suka mencari kesalahan orang lain, dan mejadikan besar mulut. Untuk itu bukalah tabir keputusasaan ini untuk menggapai sukses. Menurut Andrie Wongso, sukses adalah milik siapa saja. Jadi setiap manusia berhak akan sukses itu, tinggal bagaimana kita memanage diri kita untuk menggapainya.
2. Menyakini diri hanya untuk meraih hal-hal yang kecil.
Terkadang kita tidak percaya diri, sehingga kita menetapkan tujuan yang mudah untuk dicapai. Dan apabila tujuan ini sudah tercapai kita sudah merasa puas sehingga kita cenderung untuk menghindari tantangan yang lebih berat, malah terkadang jika tersandung dengan rintangan yang agak berat sudah menyerah duluan. Untuk mengatasi hal ini buatlah tujuan hidup yang tinggi dan sulit untuk dicapai, sehingga hal ini akan selalu menimbulkan semangat untuk mencapainya. Ada rasa optimis dalam mengejar tujuan hidup tersebut.
3. Tidak berjiwa pendidik.
Seorang yang berjiwa pendidik mempunyai tujuan hidup untuk menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat sesuai dengan kemampuan. Mengarahkan agar selalu menjadi penerang yang memancarkan cahaya, kasih sayang, dan kebaikan yang menuntunnya untuk memiliki hati yang penuh empati , kasih sayang, rasa kemanusiaan, serta senang berbuat baik pada siapa saja.
4. Kurang asnya.
Seseorang yang kurang asanya cenderung untuk segera menghindari kesulitan bila ia menemui kesulitan dan melihatnya sebagai sesuatu yang sangat besar dan memberatkan diri.
5. Berjiwa kerdil.
Orang yang berjiwa kerdil selalu menghindar dari kesulitan.
6. Rasa rendah diri.
Seseorang yang kurang percaya diri cenderung untuk bersikap plin plan. Tidak dapat mengambil keputusan yang tepat. Dan orang yang merasa rendah diri dapat pula menyulitkan dan membahayakan orang lain di sekitarnya.
7. Wawasan sempit & egoisme.
Terkadang manusia merasa sudah paling hebat dengan ilmu yang dimilikinya, padahal ilmu Allah itu sangat luas. Dimana jika dituliskan dengan tinta tak akan pernah cukup tinta yang seluas lautan ini. Demikian pula sikap ego yang tinggi juga menahan seseorang untuk berbuat kebaikan. Lihat Q.S Ali Imran ayat 154.

Sungguh kita sangat butuh pada senyuman yang membuat wajah berseri-seri, hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut dan pembawaan yang tak kasar.
"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian berendah hati, sehingga tidah ada salah seorang diantaramu yang berlaku jahat pada yang lain dan tidak ada salah seorang diantaramu yang membanggakan diri atas yang lain".(Hadits)

Senin, 05 Januari 2009

SELAMAT TAHUN BARU HIJRAH

Waktu berlalu dengan cepat. Benarlah firman Allah yang tertuang dalam Surah Al Ashr. Dimana sesungguhnya manusia ini dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling tolong menolong dalam kesabaran.
Dalam menyongsong tahun baru 1430 hijrah ini, ada beberapa agenda yang ingin dicapai:
1. Kontinuitas tilawah harian minimal 1 juz.
2. Menggiatkan lagi sholat rawatib, karena dengan sholat rawatib yang 12 rakaat dalam sehari semalam insyaallah dibuatkan satu rumah disurga. Dua rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah magrib, dan 2 rakaat sesudah isya'.
3. Menggiatkan sholat malam.
4. Pergi menunaikan rukun islam yang ke lima ke tanah haram.
5. Membuat buku latihan menulis dan membaca huruf dan angka hijaiyah.
6. Memperbaiki aqidah, dengan terus menggali ilmu-ilmu agama
7. Menghijrahkan pikiran kearah yang lebih baik.
8. Menghijrahkan perasaan kearah yang lebih baik.
9. Memperbaiki akhlaq baik terhadap keluarga, orang tua, sahabat, anak, rekan kerja, dan tetangga.
10. Sholat fardhu di masjid.
Ya Allah,.......... mudahkan hambaMU yang lemah ini untuk merealisasikan agenda yang telah ditetapkan oleh hambaMU ini.